Sunday, 29 November 2015

Kekayaan Bumi Papua ( Jilid 2 )

PENGOPERASIAN TAMBANG FREEPORT
 
Pengoperasian tambang freeport di papua dengan nama PT.Freeport Indonesia di mulai dari tambang terbuka Ertsberg yang secara resmi di buka Presiden Soeharto pada maret 1973.kawasan ini selesai di tambang pada tahun 198o an dan mewariskan lubang sedalam 360m.tahun 1988, PT Freeport mengeruk cadangan raksasa lainnya di Grasberg. eksploitasi itu mengeruk sekitar 7,3 juta ton tembaga,dan 724,7 ton emas. pada juni 2005, lubang tambang Grasberg mencapai diameter 2,4km di kawasan seluas 449 hektare, kedalaman 800 meter.

     ke depan freeport indonesia berencana akan menutup tambang emas terbuka Grasberg dan menggantinya dengan operasi tambang bawah tanah pada 2016. tambang bawah tanah Grasberg ini akan menjadi tambang bawah tanah terbesar di dunia dengan produksi 200.000 ton material per hari. hingga akhir 2010 lalu, Freport Indonesia memproduksi 235.000 ton  bijih emas perhari dengan proyeksi emas 1,7 juta ons.
      Rencana itu di umumkan sesudah runtuhnya terowongan Big Gosan 
       pada 14 Mei 2013, yang memakan korban 28 karyawan dan 10 orang luka - luka. menurut COE Freport McMoran copper Gold inc, Richard C Adkerson bahwa freeport telah mempunyai rekam jejak yang bagus tentang operasi tambang bawah tanah, terutama soal keselamatan kerja. di perkirakan akan ada 18 juta ton cadangan tembaga dan 1.430 ton cadangan emas hingga 2041.

POTRET BURAM DI SEKITAR FREEPORT
      Sejak melakukan penambangan PT.Freeport Indonesia telah melakukan pelanggaran Hak asasi manusia pada rakyat Papua.termasuk kerusakan lingkunagan hidup yang menimbulkan beragam peristiwa kejahatan hak asasi manusia, langsung maupun tidak langsung. selama freeport beroperasi telah berdampak negatif bagi masyarakan di daerah tambang yaitu terjadi pemiskinan secara sistematis, kesenjangan sosial ekonomi, kegagalan pembangunan,pencemaran limbah yang menghancurkan lingkungan hidup dan muncul indikasi bahwa freeport melakukan kejahatan hak ekonomi, sosial dan budaya hak - hak sipil dan politik dan skandal dengan biaya pengamanan oleh aparat teetentu.