Sunday, 13 December 2015

NASIHAT LUKMANUL HAKIM KEPADA ANAKNYA

" DENGAN PERUMPAMAAN SEEKOR KELEDAI "

     
Wahai anakku ambilah seekor keledai dan lihatlah bagaimana tanggapan mereka, niscaya mereka tidak senang terhadap seseorang selama - lamanya. lalu putranya itu membawa keledai ke hadapan ayahnya. lukman menaiki kuda keledai itu dan memerintahkan putranya untuk menuntun keledai. kemudian kedua duanya lewat di kerumunan orang banyak, tiba - tiba mereka mengecam lukman, seraya berkata. " anak kecil itu berjalan kaki, sedangkan orang tuanya itu naik di atas keledai, alangkah kejam dan kasrnya ia!" lukman bertanya kepada anaknya : " bagaimana tanggapan orang, wahai anakku?". lalu putranya memberitahukan kepada lukman tentang tanggapan orang tersebut. kemudian lukman turun dan menuntun keledai itu. sedangkan putranya menaikinya, lalu lewat di keramaian tempay lain, tiba - tiba mereka itu mencemooh putranya seraya berkata, " anak muda itu menaiki keledai, sedangkan orang tuanya berjalan kaki, alangkah jeleknya anak muda itu dan betapa kurang ajarnya dia!".lukman bertanya kepada putranya " bagaimana tanggapan orang wahai anakku?" lalu putranya memberitahukan kepada lukman tentang tanggapan orang tersebut. kemudian kedua - duanya sama - sama naik di atas seekor keledai itu, berboncengan, lalu lewat di tempat lain lagi, tiba - tiba orang - orang di tempat itu mencerca keduanya, seraya berkata : " betapa kejamnya kedua orang itu, mereka berdua berboncengan menaiki seekor keledai, padahal mereka tidak sakit dan tidak pula lemah.!" lukman bertanya lagi kepada putranya : " bagaimana tanggapan orang?" lalu putranya memberitahukan kepada lukman tentang tanggapan orang tersebut. akhirnya lukman dan putranya turun dari atas keledai, lalu mereka berjalan kaki sambil menuntun keledai itu dan lewat di tempat lainnya. tiba - tiba mereka mengecam juga seraya berkata : " SUBHANALLAH ...seekor himar itu berjalan, padahal ia sehat dan kuat, dan dua orang yang menuntunnya juga berjalan kaki, alangkah baiknya apabila salah seeorang naik di atasnya. " Lukman bertanya kepada putranya, " bagaimana tanggapan orang itu?" lalu putranya memberitahukan tentang tanggapan tersebut. lalu lukman mengulangi nasehatnya " wahai anakku. bukankan aku telah berkata kepadamu, kerjakanlah pekerjaan yang membuat engkau menjadi shaleh dan janganlah menghiraukan orang lain. dengan peristiwa ini ssya hanya menghendaki memberi pelajaran kepadamu.